Akbar96′s Blog

Just another WordPress.com weblog

Kondisi Perekonomian Masyarakat dan Motivasi untuk Perbaikan.

Posted by akbar96 pada Januari 25, 2009

Pada saat krisis global seperti sekarang dimana ekonomi nasional dan dunia terpuruk dan berdampak pada sektor pekerjaan riil dengan banyak perusahaan yang bangkrut dan PHK massal sangat menyusahkan masyarakat.

Banyak orang bekerja keras setiap hari dari pagi hingga malam tapi hasil yang didapat masih kurang mencukupi. Misalkan seorang buruh bangunan yang sangat rajin bekerja memeras keringat seharian tapi bahkan untuk makan keluarga pun susah. Sebaliknya seorang Manager perusahaan konstruksi tempat si buruh bangunan itu juga bekerja malah kerjanya hanya tanda tangan tanpa bekerja yang melelahkan tapi dapat hidup nyaman memiliki beberapa rumah mewah dan mobil.

Para pekerja yang bekerja di berbagai sektor formalpun seperti industri, perdagangan dan perkantoran juga merasa gundah karena telah bekerja lama bertahun-tahun tapi kondisi finansialnya masih saja pas-pasan bahkan seringkali kekurangan sehingga terpaksa berhutang kesana-kemari.

Tentu selain factor rajin bekerja keras tapi juga ada factor-faktor yang lain seperti Pendidikan. Seperti contoh buruh bangunan dan Manager tadi meskipun cara bekerjanya berbeda yang satu seperti diibaratkan slogan”peras keringat banting tulang” dan yang satu lagi kebalikannya hanya duduk di meja kantor ber-AC, tapi karena tingkat pendidikan yang berbeda maka hasil yang didapat juga berbeda. Karena meskipun si Manager tadi tidak perlu bekerja sekeras buruh bangunan tapi dia bekerja dengan “memutar otak” dan ternyata nilai dari “memutar otak” itu jauh lebih berharga daripada hanya sekedar “memeras keringat” saja tanpa juga disertai bekerja dengan pendidikan dan pemikiran yang tepat.

Tapi kebanyakan orang hanya menganggap bahwa pendidikan itu hanya dari sekolah, maka hanya mereka yang mengenyam sekolah hingga level tinggi sajalah yang bakal mendapat penghidupan dan status social yang berkecukupan.
Memang hal itu ada benarnya contohnya seperti pada Manager dan bawahannya tadi. Tapi kenyataannya justru juga sangat banyak orang2 yang berpendidikan tinggi seperti sarjana tapi justru bekerja serabutan, kurang pendapatan atau bahkan menganggur susah dapat kerjaaan.

Kenapa bisa begitu bukankah level pendidikan mereka baik? Ya memang, tapi di masa sekarang jumlah sarjana sudah sangat banyak sedangkan jenis pekerjaan dan jumlah perusahaan terbatas untuk menampung semua sarjana tadi. Akibatnya persaingan / kompetisi menjadi begitu ketat sehingga hanya sedikit saja yang dapat berhasil bekerja di sector formal seperti industri dan perkantoran. Tapi itupun tidak juga membuat mereka mapan secara financial. Lalu bagaimana, apa yang mesti dilakukan?
Kondisi yang kurang menguntungkan ini bukan berarti selamanya akan terus mengiringi kita sebagai nasib yang sudah ditentukan atau sebagai suratan takdir.
Kita tentu tidak boleh berpangku tangan dan mesti bekerja sekuat tenaga dan kreatif untuk merubah situasi dan kondisi saat ini menjadi lebih baik.

Kata Napoleon Bonaparte “aku telah bekerja keras hingga meneteskan keringat dan airmata bahkan darah, jika berhasil itu adalah wajar dan jika gagal itu adalah cobaan Tuhan”. Kalimat itu tertulis di kartu anggota saya di sebuah lembaga bimbingan belajar waktu SMA. Dan syukur dengan giat belajar dan termotivasi dengan kalimat tersebut maka saya berhasil lulus ujian UMPTN dan mengenyam bangku perkuliahan di salah satu PTN terkemuka. Dan teringat juga akan kalimat ukiran di dinding rumah orang tua yaitu “Ora et Labora” yang artinya bekerja dan berdoa serta nasihat orang tua maka setelah lulus kuliah dan bekerja sebentar di kota kelahiran lalu saya merantau ke Jakarta numpang dirumah kerabat untuk mencari dan mendapat pekerjaan yang lebih baik. Awalnya di Jakarta tepat seperti yang digambarkan yaitu “Ibukota lebih kejam dari ibu Tiri”. Saya mesti keliling ke seluruh jabotabek menggunakan motor sejak SMA dari pemberian orang tua, untuk melamar kerja diberbagai perusahaan yang bergerak dibidang apa saja yang penting dapat kerja tapi sangat susah mendapat pekerjaan meski saya seorang sarjana. Tak terhitung lamaran kerja saya yang ditolak. Tapi kalo coba dihitung sudah lebih dari seratus perusahaan yang saya lamar dan datangi tapi hasilnya nihil. Akhirnya setelah sempat menganggur beberapa saat maka dapat juga bekerja di bidang sales dengan gaji pas-pasan dan mesti menggunakan kendaraan pribadi untuk memasarkan produk. Dan beberapa waktu kemudian bekerja di bidang konstruksi hingga saat ini yang meskipun secara pendapatan tidak berlebihan tapi jauh lebih besar jika dibandingkan jenis pekerjaan sebelumnya. Dan itu harus saya syukuri tentunya.

Tapi apakah dengan bekerja seperti saat ini sudah cukup membuat saya mapan dan terus stagnant? Jawab saya Tidak! Karena justru saat perekonomian nasional yang melemah akibat krisis global malah membuat perusahaan tempat saya bekerja juga mulai terpengaruh dengan mulai terjadi PHK yang bisa saja kemudian saya yang terkena giliran. Karena itu saya mulai mencoba berbisnis online melalui internet dan rupanya meski baru beberapa minggu mencoba tapi sudah mulai menampakkan hasil yang signifikan dan memuaskan.

Ya, Kreatif! itulah salah satu solusinya. Selama ini kita hanya bekerja mengikuti rutinitas, maka meskipun waktu dan tenaga sudah tercurah maksimal, tapi kita kurang kreatif dan tidak menerapkan strategi yang benar. Untuk membuat strategi serta mendapat cara dan pendidikan atau ilmu yang tepat tidak hanya didapat dari bangku sekolah. Tapi bisa di dapat dimana saja.

Mesti kita ingat ungkapan bahwa “dunia tak selebar daun kelor”. Dan setiap perjuangan butuh pengorbanan “jer basuki mawa bea”. Dengan merubah pola pikir dan cara pandang menjadi lebih optimis serta giat, tekun dan ulet dalam bekerja serta kreatif untuk selalu menemukan cara baru dan menerapkan strategi yang jitu maka “keberhasilan dan kesuksesan” akan menjadi keniscayaan bagi siapa saja.
Dan semoga kita bisa sebagai orang-orang yang selalu berpikir positif dan menatap masa depan dengan optimis dan mendapat berbagai kesuksesan apa saja, kapan saja, dan dimana saja. “Amin”.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.